Aku pernah dikasih tahu sama dokter
kalau anak dari kecil sudah sering sembelit kita harus hati-hati, karena
bisa jadi ada kelainan di ususnya artinya gerakan otot-otot dibagian
ususnya lemah.
Aku pernah dikasih tahu sama dokter
kalau anak dari kecil sudah sering sembelit kita harus hati-hati, karena
bisa jadi ada kelainan di ususnya artinya gerakan otot-otot dibagian
ususnya lemah sehingga walaupun pola makannya udah benar tetap saja
tidak pengaruh. Dulu anakku dari kecil juga begitu, dan setelah
diperiksa sama prof. Agus ternyata ada infeksi diususnya yang
menyebabkan kerja usus jadi tidak normal. Kemudian dikasih obat dan
enzym juga yang harus dikonsumsi selama 2 minggu. Puji Tuhan sampe
sekarang tidak pernah kumat lagi sembelitnya. Mendingan kamu langsung
ketemu sama ahli Gastro deh, kasihan nanti anakmu jadi trauma kalau mau
BAB kaya anakku dulu.
HATI-HATI BILA BAYI SULIT BUANG AIR BESAR
Jangan dipandang enteng, apalagi bila disertai perut kembung. Waspadai ada kelainan di usus besar. Bila bayi kita perutnya kembung dan besar, disertai kesulitan BAB, jangan buru-buru menyangka ia kena cacingan, masuk angin atau salah makan. Bisa jadi itu adalah kelainan yang dinamakan hirschsprung, sesuai nama penemunya, Harold Hirschsprung, pada 1887 di Jerman. Kelainan ini, terang dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A, dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, merupakan kelainan bawaan sejak lahir, jadi tak bisa dicegah. Umumnya, kelainan ini di kandungan dan biasanya ketahuan di bawah usia setahun. Menurut data di Amerika, kelainan hirschsprung banyak dialami anak laki-laki dibanding anak perempuan, dengan perbandingan 3,8 : 1.
Jangan dipandang enteng, apalagi bila disertai perut kembung. Waspadai ada kelainan di usus besar. Bila bayi kita perutnya kembung dan besar, disertai kesulitan BAB, jangan buru-buru menyangka ia kena cacingan, masuk angin atau salah makan. Bisa jadi itu adalah kelainan yang dinamakan hirschsprung, sesuai nama penemunya, Harold Hirschsprung, pada 1887 di Jerman. Kelainan ini, terang dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A, dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, merupakan kelainan bawaan sejak lahir, jadi tak bisa dicegah. Umumnya, kelainan ini di kandungan dan biasanya ketahuan di bawah usia setahun. Menurut data di Amerika, kelainan hirschsprung banyak dialami anak laki-laki dibanding anak perempuan, dengan perbandingan 3,8 : 1.
SEMBELIT TERUS
Kelainan hirschsprung terjadi pada persarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga ke bagian usus di atasnya, termasuk ganglion parasimpatis, yang mengatur pergerakan usus hingga membuat usus dapat bergerak melebar dan menyempit. “Nah, pada bayi yang punya kelainan hirschsprung, persarafan ini tak ada sama sekali, atau kalaupun ada, sedikit sekali. Ada-tidaknya persarafan inilah yang menentukan derajat ringan-beratnya kelainan hirschsprung,” jelas Eva. Kelainan ini, tambahnya, dari yang ringan sampai yang berat, akan membuat BAB si bayi jadi tak beres dan tak pernah normal. Bahkan, boleh dikata ia akan sembelit terus. Bukankah bila tak ada persarafan yang menggerakkan usus, maka makanan yang masuk tak bisa keluar ke anus? Jadi, kotoran akan menumpuk dan menyumbat usus di bagian bawah, hingga bayi tak bisa BAB. Penumpukan kotoran di usus besar ini akan membuat pembusukan. Jika pembusukan terjadi dalam waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan tak ketahuan, di dalam usus besar akan banyak kuman. Pada akhirnya akan membuat radang usus. Bisa juga lama-lama karena pembusukan kotoran, akan mengeluarkan cairan. Cairan ini akan merembes keluar tanpa bisa ditahan oleh anus karena tak ada persarafan tadi. “Mungkin orang tua ataupun dokter tak menyadari adanya kelainan ini, dianggapnya si bayi mengalami mencret atau diare biasa.” Untuk mengetahui perbedaannya dengan diare yang normal, terang Eva, bisa dicek dari baunya yang busuk. Selain itu, perut si bayi juga akan kembung sekali alias besar. Ditambah lagi dengan ada riwayat BAB yang tak pernah normal. Sedangkan pada diare yang normal, biasanya sebelumnya tak ada riwayat BAB yang bermasalah. “Jadi, tiba-tiba terkena infeksi lalu mencret.”
Kelainan hirschsprung terjadi pada persarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga ke bagian usus di atasnya, termasuk ganglion parasimpatis, yang mengatur pergerakan usus hingga membuat usus dapat bergerak melebar dan menyempit. “Nah, pada bayi yang punya kelainan hirschsprung, persarafan ini tak ada sama sekali, atau kalaupun ada, sedikit sekali. Ada-tidaknya persarafan inilah yang menentukan derajat ringan-beratnya kelainan hirschsprung,” jelas Eva. Kelainan ini, tambahnya, dari yang ringan sampai yang berat, akan membuat BAB si bayi jadi tak beres dan tak pernah normal. Bahkan, boleh dikata ia akan sembelit terus. Bukankah bila tak ada persarafan yang menggerakkan usus, maka makanan yang masuk tak bisa keluar ke anus? Jadi, kotoran akan menumpuk dan menyumbat usus di bagian bawah, hingga bayi tak bisa BAB. Penumpukan kotoran di usus besar ini akan membuat pembusukan. Jika pembusukan terjadi dalam waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan tak ketahuan, di dalam usus besar akan banyak kuman. Pada akhirnya akan membuat radang usus. Bisa juga lama-lama karena pembusukan kotoran, akan mengeluarkan cairan. Cairan ini akan merembes keluar tanpa bisa ditahan oleh anus karena tak ada persarafan tadi. “Mungkin orang tua ataupun dokter tak menyadari adanya kelainan ini, dianggapnya si bayi mengalami mencret atau diare biasa.” Untuk mengetahui perbedaannya dengan diare yang normal, terang Eva, bisa dicek dari baunya yang busuk. Selain itu, perut si bayi juga akan kembung sekali alias besar. Ditambah lagi dengan ada riwayat BAB yang tak pernah normal. Sedangkan pada diare yang normal, biasanya sebelumnya tak ada riwayat BAB yang bermasalah. “Jadi, tiba-tiba terkena infeksi lalu mencret.”
Kalau teman saya, putranya tidak bisa
minum pediasure, karena bikin tidak bisa bab. Begitu pula anakku pernah
coba, selain tidak doyan, bab juga sulit. Tapi kalau cilmil, saya tidak
tahu jelas, hanya katanya, lebih bisa bikini bab karena ada kandungan
apa (lupa namanya). Kalau air putih dan buah sudah cukup banyak. Gimana
kalau sementara pediasurenya distop?
Betul mbak, aku contoh nyatanya, kata
mamaku dari bayi aku sering sekali sembelit, bolak balik ke dokter anak,
pas TK baru mulai ke ahli gastro, lama pengobatannya. Sampai
sekarangpun aku masih suka sembelit.
Coba pakai obat tradisional mau tidak,
anaknya tetangga sebelah rumah sudah membuktikan dan alhamdulillah
sembuh. Tahu rumput gajah/pegagan (rumput yang besar2 seperti ilalang)
cabut sampai ke akar2 nya lalu dicuci bersih-bersih habis itu direbus
(rumputnya tidak usah direbus), komposisinya seimbang saja kira2 akarnya
6 batang rumput airnya 2 gelas tunggu sampai air tinggal segelas lalu
coba rutin minumin sampai satu minggu. Rasanya memang bau langu tapi
mudah2an saja cocok ya.
Jadi ikut sedih denger anakmu sembelit
seperti itu. Mungkin bisa ganti susu yang Soya saja. Anakku memang sudah
tidak pernah sembelit (mudah2an jangan ya!). Tapi karena dia ada
“bakat” alergi sejak 2 bln lalu susunya diganti dari Nutrilon Premium 2
ke Nutrilon Soya 3, alhamdulillah pupnya tidak ada masalah walaupun
sudah makan nasi biasa. Mungkin bisa ditanya ke dokternya apa perlu
ganti susu kedelai. [Wd]
Sama dengan anakku problemnya. Dicoba
dikasih buah pepaya atau alpukat dengan dikerok jangan diblender,
mudah2an membantu. Katanya eratnya hilang kalau diblender. Jadi kalau
makan padatnya 2x buahnya juga 2x. Setiap setelah makan padat selingan
dengan kasih buah. Anakku juga sembelit (aku sudah pernah ceritakan ya)
sempat konsul ke prof suharyono juga. Tapi treatmentnya yang aku ambil
cuma itu saja plus minum racikan enzym juga, setelah itu mendingan
memang. Berhubung anakku alergian sama ikan dan ayam jadi aku tidak
kasih. Kalau susu tidak juga karena aku coba chilmil terus bebelac gonta
ganti tidak berpengaruh, tetap lancar, tapi kalau sekalinya tidak
pernah dikasih buah, langsung sembelit. Semarang alhamdulilah lancar,
sebelumnya menjerit2 saking kerasnya kalau mau pub lalu pub yang keluar,
keras kayak batu. Ahli gastro sekarang di Bunda juga sudah ada, namanya
dr. Pramita – prakteknya kamis sore.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar