Kebersihan wajah merupakan suatu yang sangat dijaga
oleh wanita maupun pria yang ingin terlihat menarik, terutama oleh para wanita.
Salah satu yang sangat tidak disukai oleh wanita adalah timbulnya jerawat di
wajahnya. Adanya jerawat akan mempengaruhi penampilannya. Jerawat dapat
mengurangi percaya diri. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan agar jerawat
tidak muncul. Jika sudah terlanjur muncul mak yang diupayakan adalah cara
menghilangkannya, sampai pada cara menghilangkan bekas jerawat tersebut.
Jerawat memang sudah menjadi masalah bagi kecantikan
sejak jaman dulu. Berbagai anggapan maupun mitos telah ada dan mungkin masih
dipercaya sampai sekarang. Padahal, kebenaran dari mitos tersebut masih sangat
dipertanyakan. Mitos – mitos apa saja yang pernah ada tentang seputar masalah
jerawat ?
Di bawah ini ada beberapa mitos tentang jerawat yang
masih sering dipercaya oleh sebagian masyarakat yang tidak sepenuhnya benar
atau dapat dikatakan SALAH. Simak di bawah ini !
1.
Makanan yang berminyak dapat memicu timbulnya jerawat
Minyak alami pada
kulit (biasa disebut dengan istilah “sebum”) memang dapat memacu jerawat timbul
di wajah. Sedangkan minyak yang ada pada zat makanan merupakan zat yang
berbeda. Sehingga, makanan berminyak sama sekali tidak berkontribusi pada
proses munculnya jerawat. Keripik dan gorengan yang mengandung minyak aman
untuk dikonsumsi tanpa ada efeknya terhapad munculnya jerawat. Kulit berminyak
biasa terjadi pada masa sebelum menstruasi pada wanita, pada masa puber, atau
pada masa kehamilan. Hal ini terjadi karena factor genetic dan hormonal pada
tubuh.
2.
Membersihkan wajah secara rutin dapat menghindarkan timbulnya jerawat
Alangkah baiknya jika
kebersihan wajah selalu terjaga dengan cara membersihkan wajah secara rutin.
Rutin yang dimaksud disini adalah teratur, bukan dalam arti sering atau terlalu
sering. Terlalu sering membersihkan wajah justru dapat berakibat buruk. Iritasi
pada kulit wajah akan terjadi jika anda terlalu sering membersihkannya. Jadi
kesimpulannya adalah tetap membersihkan wajah tetapi jangan terlalu sering.
3.
Terlalu banyak konsumsi cokelat memicu munculnya jerawat pada wajah
Dari beberapa studi
yang pernah dilakukan, tidak menemukan hubungan antara cokelat dan jerawat.
Walaupun tidak pernah ada data yang ditulis atau dibukukan. Selama ini cokelat
disebut berperan dalam timbulnya jerawat, namun tanpa data yang meyakinkannya. Menurut
seorang dokter kulit dari Amerika (Dr. Diana McShane), cokelat tidak punya
pengaruh dengan munculnya jerawat. Selain itu, sebagian besar professional
dalam bidang medis juga setuju bahwa cokelat sebagai penyebab jerawat hanyalah
mitos yang tidak benar.
4.
Memencet jerawat merupakan cara mengatasi jerawat
Cara mengatasi jerawat
dengan memencetnya merupakan cara yang salah. Proses tersebut justru dapat
mengakibatkan iritasi dan bisa membuat jerawat semakin membengkak. Jerawat
tidak boleh dipencet secara paksa. Akan tetapi, di tempat facial jerawat
dipecahkan supaya hilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar